Wonosari (15/11) – Berdasarkan surat dari Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 060/4904 Perihal Fasilitasi Internalisasi dan Habitulasi Budaya SATRIYA. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul mengadakan evaluasi realisasi rencana aksi budaya pemerintahan di ruang rapat yang dihadiri oleh 15 pegawai terdiri dari pejabat struktural dan staf.
Acara dipimpin oleh Sekretaris Badan Drs. Yuda Haryanto, dan dibuka oleh Sulastri, S.Sos selaku Kasub bagian Umum. Dalam sambutannya Drs. Yuda Haryanto menyampaikan bahwa acara evaluasi realisasi rencana aksi budaya pemerintahan disetiap Organisasi Perangkat Daerah difasilitasi oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah. Acara dimaksudkan untuk mengingatkan kembali akan kesadaran budaya kerja pemerintahan yang wajib kita terapkan dilingkungan Pemerintah Daerah. Budaya pemerintahan SATRIYA (Selaras, Akal budi luhur, Teladan-keteladanan, Rela melayani, Inovatif, Yakin dan percaya diri, Ahli-profesional) adalah merupakan nilai-nilai yang terkandung di dalam filosofi “Hamemayu Hayuning Bawana, Semangat Golong Giling, Memiliki Watak (sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh)”. Hamemayu hayuning bawana bermakna sebagai cita cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan etika dan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Selanjutnya Ahmad Ahsan Jihadan S.Psi., M.A selaku Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas menyampaikan dengan melakukan budaya satriya secara terintegrasi di setiap kegiatannya, sebagai pelayan masyarakat kita akan menyenangkan masyarakat bukan menyengsarkan masyarakat.